Memilih Calon Presiden Menuju Pemilu 2014

Memilih Calon Presiden Menuju Pemilu 2014, bila kita melihat siaran di TV, iklan di media cetak, news online, dan jejaring sosial, sudah banyak yang mulai mengaktualisasikan dirinya sebagai Calon Presiden Republik Indonesia 2014. Para calon presiden tersebut terdiri dari berbagai macam latar belakang profesi seperti petinggi militer, pejabat publik, menteri, pengusaha, pengacara, pengamat ekonomi dan politik, hingga penyanyi dangdut. Calon-calon tersebut ada yang menggunakan kendaraan partai politik sebagai media peraih simpati masa, tetapi ada juga yang mempunyai tingkat percaya diri yang cukup besar untuk maju sebagai calon dari jalur independen.
Lantas bagaimana cara kita untuk memilih calon presiden yang tepat ? Apakah sah jika kita bilang, mana mungkin penyanyi dangdut dapat memimpin negara, dapat pengalaman dari mana tentang ilmu politik dan pemerintahan. Kalau begitu lebih baik memilih pengamat politik atau ekonomi saja yang selama ini selalu mengikuti perjalanan dunia politik dan ekonomi negara kita. Tetapi para pengamat tersebut kebanyakan teori, dan ketika mereka dihadapkan dengan kondisi nyata, maka teori yang dikemukakan tidak begitu berpengaruh.
Mungkin sebagian berpendapat, lebih baik memilih presiden dari latar belakang militer saja biar negara ini aman serta berani dan tegas dalam menghadapi negara tetangga yang mulai perlahan mencaplok wilayah kekuasaan RI. Atau ambil jalur aman saja, pilih Menteri yang sudah berkali-kali masuk dalam kabinet, karena pengalamannya tentang birokrasi dan ilmu pemerintahan dijamin sudah baik. Semua itu adalah hak anda sebagai masyarakat Indonesia, namun jika hak seluruh masyarakat Indonesia ini digabungkan, hukumnya malah menjadi wajib untuk memilih presiden yang berdedikasi tinggi, penuh untuk membangun negara dan mensejahterakan rakyatnya.Berawal dari kasus lumpur lapindo yang tak kunjung selesai, harusnya kita sudah tau bagaimana menilai seorang calon yang terkait dengan kasus ini. Kemudian kasus kecelakaan yang melibatkan anak menteri sehingga menyebabkan korban meninggal, ternyata sang pengadil memutuskan sang anak menteri tidak perlu menjalani kurungan bila dalam setahun tidak mengulangi perbuatannya. Dan kasus-kasus korupsi lainnya yang pernah menimpa para kader partai politik yang ada di Indonesia. Semua tergantung anda sebagai pemilih dalam Memilih Calon Presiden Indonesia Menuju Pemilu 2014.

Ada lagi kasus suap yang menjerat presiden partai, kemudian para simpatisan membela, kemudian ada lagi ketua umum partai yang terjerat kasus gratifikasi proyek pembangunan wisma altet. Dimana sang subjek bahkan pernah berujar, gantung di monas jika terbukti terlibat. Jika terbukti, sudah taukah tali tersebut digunakan untuk menggantung siapa, namun jika tidak terbukti, talinya buat ikat kepala Sapi saja. Ada juga partai baru yang belum apa-apa sudah ditinggal oleh sang investor utama dan para loyalisnya. Yang lebih mengenaskan sang investor utama malah pindah ke partai lain. Ada masalah apa, belum berbuat banyak tapi sudah tidak solid, tidak mampu mempertahankan potensial anggotanya.Demikian informasi dari Indonesiaku Memilih tentang Memilih Calon Presiden Menuju Pemilu 2014.

Tagged with: , , ,
Ditulis dalam Menuju Pemilu 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: